Sabtu, 19 Februari 2011

halo lagi :)

hai,,maaf blog ini sudah lama sekali tidak di update..
kemaren-kemaren kita sibuk banget di pameran "trademark".

alhamdulillah, pamerannya seru..
sekarang 7heaven hadir dengan dekor dan display toko yg baru,loh..monggo mampir ke toko kita..

ada buku-buku baru juga,,

Arthur Conan Doyle dengan The Complete Brigadier Gerard

ada Star Wars "Omen"

















buat yg suka novel grafis atau istilah Jepangnya "gekiga" ada karangan Yoshihiro Tatsumi dengan judul "Hanyut" (judul aslinya: Gekiga Hyoryu).








Saya bersemangat sekali pingin sedikit cerita tentang novel grafis ini, kebetulan saya udh baca..
novel grafis atau novel bergambar, formatnya mirip komik, tapi isi ceritanya tidak segamblang komik kali ya..novel Hanyut ini semacam novel karya Marjane Satrapi (Chicken with Plum, Embroideris, Persepolis).

Novel Hanyut ini bercerita tentang kehidupan pembuat manga (cerita bergambar dalam bahasa Jepang) bernama Hiroshi Katsumi, yang hidup di masa perang, dengan ayah yang bekerja sebagai penjual keliling, ibunya hanya ibu rumah tangga biasa, dengan dua orang kakak dan satu orang adik.

Novel ini lebih bercerita tentang perkembangan manga di Jepang dan kehidupan para pembuat manga itu sendiri. Novel ini dilengkapi dengan trivia-trivia seputar sejarah Jepang.
Novel ini seperti paket hemat. Cerita menarik, gambar yang asik, format yang apik dengan harga yang terjangkau.
Novel Hanyut ini merupakan novel bersambung, ada 4 jilid loh..
Saya jadi ga sabar pingin baca jilid selanjutnya.



cheers,-

Prissy

Sabtu, 08 Januari 2011

Rahim - Fahd Djibran


Novel ini menceritakan proses kehidupan di alam rahim dengan dua tokoh utama Dakka yang berprofesi sebagai pengantar berita dari alam rahim, dan Sang bayi botak. Kisah ini berawal dari Fetus sampai masa kelahiran.

Bahasa penulis sangat santun dan terkesan ke-bapak-an sekali, tapi saat masuk ke bagian tengah cerita, bahsanya terasa sangat "cewek"..mungkin karena ceritanya halus kali,ya.. :D
Bab favorit saya di novel ini adalah "aborsi" dan "ayah". Keduanya sangat menyentuh dan membuat air mata kita jatuh perlahan.

Oh iya,,ada ilustrasi yang saya suka di hal 263, walaupun ilustrasi lainnya menurut saya agak kurang nakal, terkesan serius.
Sepertinya sang penulis berusaha membuat pembaca sedikit berimajinasi ketika membaca novel ini, ada karakter seperti : ikan mas sebagai koki, nenek olav pengoleksi koran, gadis buta penunjuk jalan, yang akan ditemui sang bayi botak di perjalanannya di alam rahim. Namun usaha penulis terasa kurang maksimal. Imajinasinya bersifat tanggung, walaupun cukup menghibur. Membuat saya berpikir apa maksud dibalik karakter-karakter yang dipilihnya untuk ditampilkan dalam cerita ini.

Kalau masih penasaran, bisa mampir ke 7heaven Jl. Raden Patah No.12, Bandung. Untuk siapapun yang ingin tau perjalanan manusia di dalam rahim ibunda :).

Satu pesan yang menarik dari penulisnya " Bila Anda menemukan kebaikan dalam buku ini dan Anda cukup terkesan..Teruskanlah kebaikan ini ".

(Prissy)

Kamis, 06 Januari 2011

Love, Aubrey (Suzanne Lafleur)


dear Jilly,
Kurasa aku tidak akan pulang dalam waktu dekat. Hari ini, Gram membawaku ke sekolah terdekat. Aku tau kau selalu ingin bersekolah dan Savannah bilang kau tidak pernah mendapat kesempatan, tapi mungkin dia bohong. Mungkin kau sesekali pergi ke sekolah bersamanya.
Aku tidak menceritakan ini kepada Gram, tapi saat aku menunggu di kantor kepala sekolah, aku membaca arsipku. Aku takut dengan yang kubaca di situ. Seakan semua itu terjadi pada orang lain, atau seolah seseorang menuliskan serangkaian mimpi buruk lalu menempelkannya di arsipku. Sejak membacanya, aku merasa mual sekali. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya, memikirkan Dad dan Savannah, juga Mom. Kupikir aku sudah berpura-pura terlalu lama bahwa semuanya baik-baik saja, padahal, sungguh, semakin hari semakin sulit.
Kurasa itu saja yang ingin kukatakan kepadamu saat ini. Aku akan cepat-cepat mengirimkan surat ini kepadamu sebelum aku merobeknya.

Love,
Aubrey

Begitulah secarik surat yang ditulis Aubrey untuk Jilly, sahabat khayalan Savannah, yang menjadi tempat curhat Aubrey sejak kepergian Savannah. Sejak kehilangan Dad, Savannah dan kaburnya Mom, Aubrey benar-benar kehilangan, menjadi sulit mengutarakan perasaan, sampai Gram datang dan ia berkenalan dengan Bridget.

Kehilangan orang-orang tersayang memang merupakan masa-masa sulit bagi setiap orang, apalagi bila itu terjadi begitu saja. Tapi toh kita semua akan hilang dengan sendirinya nanti, kan?

Saya sampai menitikkan air mata pada halaman-halaman terakhir. Gaya bahasa Suzzie (pangilan akrab saya untuk Suzzane Lafleur, yang baru saja saya karang) sangat gampang dicerna, kisahnya juga bagus dan mengharukan, kita dibuat seolah ikut mengalami kepedihan dan kegundahan Aubrey.

Setiap kata memiliki makna, setiap cerita mengandung maksud. Pelajaran yang dapat dipetik dari novel ini adalah bahwa setiap kehilangan memang meninggalkan bekas dan luka yang dalam, tapi apapun bentuknya jangan biarkan diri kita terjerat terlalu dalam, jangan biarkan genangan air mata, kakunya bibir, bekunya hati jadi sia-sia dan jadi penghalang kita untuk merasa bahagia lagi.

let it be and see what's gonna be

Love, Prissy


p.s : bukunya sudah bisa dibeli di 7heaven,loh!. Jl. Raden Patah no.12 Bandung

Jumat, 27 Agustus 2010



CINTA,sebuah rumah untuk hatimu-by Ollie
sinopsis :
Friya,seorang wanita dewasa yang menikah dengan Gerry,seorang PNS di kota sebesar Jakarta.Friya sendiri adalah wanita karir yang super sibuk dengan segala aktivitas kantoran dan sosialisasinya. Bahkan suaminya lebih cenderung "mengalah" dengan segala macam aktivitas Friya. Entah karma atau apa, namun semua berubah 180 derajat karena Friya harus ikut Gerry ke Kupang ketika promosi dan mutasi yang akhirnya didapatkan oleh sang suami,suatu hal yang memang Gerry cita-citakan. Di sini,Kupang tidak hanya menjadi tempat baru bagi Friya, tapi juga menjadi sebuah awal perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi istri seorang pejabat dan tentunya menjadi "sebuah rumah untuk hatimu".

what do i say?
novel metro pop kaya gini sebenarnya udah bergelimpangan di toko-toko buku tapi yang bikin spesial adalah Kupang. Satu kota yang menurut saya jarang di sentuh dalam sebuah cerita. Sayangnya ollie sang penulis kurang memberikan detail tentang kota Kupang itu sendiri. Ceritanya sendiri kurang "menggigit",klimaks pun kurang.Saya juga ga ngerti apa maksud si penulis. Karakter-karakternya terlalu luas jadi kita agak sulit mengenal lebih dalam tokoh-tokohnya. Imajinasi saya bekerja ketika Friya bercerita tentang suaminya,bagaimana sebuah percintaan sehari-hari berakhir dalam pernikahan,lalu bagaimana mereka hidup di dalamnya. Pertengkaran suami-istri cukup tergambarkan tapi sayangnya konfliknya kurang panjang. Endingnya terlalu cepat. Memang bukannya tidak mungkin alur hidup bisa seperti ini tapi menurut saya sebagai pembaca,cerita ini terlalu pendek dan kurang bikin greget yang baca.Tapi yaa smua kembali ke kalian yang baca.
Gimana menurut kalian?ada yang ga stuju?atau ada yang penasaran?beli aja di 7HeavenBooks,Magz,andLibrary Jl.Raden Patah No.12 Bandung.. :)

Sabtu, 21 Agustus 2010

Kalbu

Lentera-lentera saling berjalan hilir mudik
Lidahnya mendesis berbisik
Namun Jiwanya terkadang memekik
Menumpahkan bara yang membuatnya tercekik

rata
rata
fana
hampa

Hingga tiba di ujung masa
Ketika cahaya tak lagi berkelana
Semua diam seribu bahasa
Terbujur menunggu Sang Kakala

*Meiry Anwar*

Jumat, 20 Agustus 2010

setipis pelipis

Senja setipis pelipis
mata haru berdebu
berselaput kelabu
seperti hati yang teriris
mata pisau gadis salju
aku berdoa untuk yang manis
seperti segenggam senja yang lalu
mengisi
merengkuh
utuh

[memori mawar putih]

*Meiry Anwar*

Rabu, 18 Agustus 2010

habis hangus di api matamu

mencintaimu laksana api yang menyala tenang
meski ku berselimut dalam kelam
serasa bermandikan benderang

ah! Aku ingin terbang
dalam luas langit pikiranmu
tanpa batasan horison hatimu

melebur dalam cakrawala kebijaksanaan

karena antara kita Waktu datang diam mencabik
gegap menyergap
sunyi menyepi

mencekik


*Meiry Anwar*

Teruntuk: Dimas Ginanjar Merdeka [pondering, pondering on you, dear...]